Orang yang beriman, tekun dan setia kepada Allah akan selalu berada dalam lindungan Tuhan.
Badai tantangan dan gelombang kesulitan hidup sehari-hari tidak akan menghacurkan biduk hidupnya, karena Allah sendirilah yang mengendalikan haluan; sama seperti Ia mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa di hadapan Daniel.
Arungan biduk hidup kita akhirnya berlabuh dalam hidup Allah sendiri.
Tugas kita masih tetap sama, meneruskan petualangan kemuridan ini hingga hari Tuhan merampungkan dan menyempurnakannya.
Bila hari itu datang, “bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

“To say “thank you” to one another is to say “we belong together” (Richard M. Gula, 2013)