Pesta Pembaptisan Tuhan – Yes 42:1-4,6-7; Kis 10:34-38; Mat 3:13-17

Hari ini kita merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Dalam pada itu, Gereja menyuguhkan bacaan mengenai Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan. Bacaan ini sesungguhnya menyimpan unsur Triniter: Allah Bapa yang hadir melalui suara dari sorga (“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan”); Allah Putra yang nampak dalam pribadi Yesus; dan Allah Roh Kudus yang datang dalam rupa seperti burung merpati.

Pembaptisan adalah pintu masuk bagi seseorang untuk menjadi seorang Kristen. Sakramen pembaptisan yang orang terima, entah yang menerima baptisan bayi ataupun baptisan dewasa, memampukan seseorang untuk hidup dalam persekutuan kasih dengan Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Gereja dalam Kompendium Katekismus Gereja Katolik menulis, “[…] Hal ini membuat orang yang dibaptis ikut ambil bagian dalam kehidupan Ilahi Tritunggal melalui rahmat pengudusan, rahmat pembenaran yang mempersatukan seseorang dengan Kristus dan Gereja-Nya” (Kompendium KGK 263).

Kita dapat menyebut diri Kristen, karena kita telah dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Maka, pembaptisan yang kita terima adalah pembaptisan Allah Tritunggal. Untuk itu, kita mesti sadar bahwa keberadaan kita dalam perziarahan hidup ini akan selalu berada dalam lindungan Allah Tritunggal. (Mario F. Cole Putra, CMF)