CLARETIAN HOUSE, KUPANG. Kehidupan merupakan suatu proses yang terus menggejala memasuki ruang dan waktu. Setiap proses senatiasa bersentuhan dengan “fakta lain” yang berpadu ibarat satu tarikan nafas. Kita tetap akan dan selalu satu. Sebab kita adalah bagian dari fakta. Fakta tentang pengabaian martabat seperti perdagangan manusia terhias jelas di area panggung sosial yang begitu dekat pada tatapan kita. Oleh karena gemanya meluas memasuki dunia batin dan terus menggerogoti sanubari maka kita sebagai manusia dipanggil untuk menanggung, mencari solusi dan menentukan langkah demi kesudahan penyakit sosial ini.

Sebagai manusia yang bernurani dan anggota Gereja, kita merasa tergugah untuk turut menyikapi permasalahan ini sehingga pundak kemanusiaan, Gereja dan negara diringankan dari beban ini. Atas dasar inilah, di bawah payung JPIC CLARETIAN, JPIC SUSTERAN PI dan (Jaringan Ralawan untuk Kemanusiaan atau JRUK dengan memberi nama PIKLA (Peduli kemanusiaan, Lingkungan Hidup dan Alam Ciptaan) mendiskusikan jalan keluar untuk meminimalisir bahkan menyudahi ketimpangan ini. Terhitung sebanyak lima kali pertemuan yang diistilahkan dengan “Kopi Darat” dengan tujuan menjaring orang muda dari berbagai paroki, lembaga, organisasi untuk menyelanggarakan suatu pelatihan yang menyadarkan orang muda akan kenyataan social yang tengah berlangsung.

Kopi Darat I terjadi di Cafe Lasiana yang merupakan dasar inspirasi untuk merancang kegiatan pelatihan bagi Orang Muda Katolik. Karena dalam tatap muka pertama ini diperdengarkan keluhan dan gugahan dari seorang aktivis bernama Ibu Arta tentang kebobrokan sosial. Dan kendala yang cukup signifikan adalah keengganan Orang Muda Katolik untuk terlibat dalam mengatasi masalah sosial khususnya di NTT. Setelah disetujui maka dalam Kopi Darat (pertemuan) selanjutnya dibicarakan hal-hal teknis hingga pemantapan. Kegiatan Pelatihan Kepemimpinam Orang Muda Katolik akan diadakan di Komunitas Claretian House pada tanggal 20-23 Agustus 2019 dengan mengusung tema: BE THE CHANGE YOU WANT TO BE!”

Sedangkan peserta yang ambil bagian dalam kegiatan ini berjumlah 51 orang, terdiri dari Orang Muda Katolik, AMC Regio Timor Barat (Nurobo, Oenopu, Benlutu, Panite dan Kupang) dan Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK). Materi- materi pada kegiatan ini berkaitan dengan Panggilan dan Wasasan Iman Katolik yang dibawakan oleh P. Yohanes Dari Salib Jeramu, cmf; Hak Asasi Manusia (HAM) dan Human Trafficking yang dibawakan oleh Ibu Anis Hidayah, SH, MH dari Migran Care; Analisa Sosial perfektif Gereja, Pembentukan kerja tim, Cara berorganisasi, Kepedulian Lingkungan yang dibawakan oleh Mas Lilik Krismantoro dari JPIC Keuskupang Agung Semarang; dan Outbond dari TAGANA Provinsi NTT. Latihan kepemimpinan ini ditutup dengan misa bersama yang dipimpim oleh P. Yohanes Dari Salib Jeramu, cmf didampingi P. Seles Panggara, cmf.

Harapan dari Sr. Laurentina, PI sebagai koordinator Latihan Kepemimpinan ini bahwa Orang Muda Katolik tidak hanya aktif secara internal dalam kegiatan Gereja tetapi juga punya kepekaan terhadap masalah sosial. Orang muda harus belajar untuk berani berargumen, kritis dan mengambil bagian serta memberikan solusi terhadap berbagai masalah sosial kemanusiaan di sekitarnya. (Robin Makin, cmf dan Hanz Pio, cmf)