Nemi, Italia. Kala sore menghilang dan malam menjelang; pada pertengahan perayaan pertobatan, di hari pertama retreat, dari mulut Pater Superior General – kami mendengarkan ungkapan pengampunan atas nama Kongregasi:

“Tuhan Yesus..,

Engkau menghendaki pendirian Kongregasi ini, untuk mewartakan Sabda hidup dan kasih-Mu kepada umat manusia. Engkau juga menganugerahi kami St. Antonius Maria Claret, sebagai bapa pendiri – yang memiliki kesaksian dan suri teladan akan karisma misioner sebagai Putera Hati Maria. Dia mengajarkan bahwa: satu-satunya perhatian kami adalah – bagaimana mengikuti-Mu dan meneladani-Mu dalam segala hal – dan senantiasa berjuang, hanya demi kemuliaan Allah yang besar dan keselamatan umat manusia.

Engkau juga telah menanamkan dalam karisma misioner kami, kelembutan hati seperti bunda-Mu, Perawan Maria – yang senantiasa mengalir kepada mereka yang lemah dan tak berdaya di masayarakat. Namun, kami telah gagal dalam menjaga dan melindungi mereka yang dipercayakan kepada kami, supaya tidak menjadi mangsa nafsu dari saudara-saudara kami yang jahat. Kami telah gagal menjaga hati kami untuk tetap lembut mendengarkan tangisan anak-anak belia pun yang dewasa, yang tak berdaya – dan yang hidupnya hancur oleh ulah beberapa dari antara kami yang menyalahgunakan kekuasaan dan kepercayaan sebagai murid-Mu. Kami menyadari, penyalahgunaan seperti itu, menodai kesucian sesama dan merendahkan panggilan kami sendiri, sebagai misionaris.

Sebagai Kongregasi, kami belum berbuat banyak dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan seperti itu, karena kami terlalu menekankan privasi dan kebebasan individu; gagal menerapkan langkah-langkah ketat dalam penerimaan dan pembentukan anggota; ragu memberikan koreksi persaudaraan yang jujur; serta tidak berani mengambil tindakan tegas terhadap anggota yang bersalah.

Sebagai Kongregasi, kami mengharap ampun-Mu, Tuhan; karena gagal menjaga kepercayaan-Mu terhadap kami; karena tidak merangkul mereka yang lemah dengan kasih-Mu yang lembut. Kami mohon sentuhan-Mu yang menyembuhkan – bagi mereka yang menjadi korban pelecehan, dan juga untuk kami, komunitas kami serta Kongregasi kami. Berilah rahmat dan kekuatan supaya kami senantiasa setia pada panggilan kami sebagai misionaris. .

Engkau yang hidup dengan Bapa dan Roh Kudus, satu Allah untuk selama-lamanya. Amin.”

Mathew Vattamattam, CMF

16 Agustus, 2021.

(Ringkasan Kronik Kapitel Umum XXVI – oleh Frs. Ponsy Ladung, cs)