Bacaan I 1 Yoh 5:14-21; Injil Yoh 3:22-30

Injil pada hari ini memberikan kepada kita satu aspek penting, yakni Kerendahan Hati. Yohanes Pembaptis tahu betul bahwa pewartaan mengenai pertobatan bukan untuk kepentingan dirinya. Apa-apa yang dilakukan Yohanes, semata-mata untuk orang bertobat dan bersiap-siap menyambut Mesias, bukan dirinya. Yohanes tahu, bahwa dirinya bukan apa-apa.

St. Antonius Maria Claret dalam Autobiografinya menempatkan kerendahan hati sebagai poin pertama dalam buku kebajikan (Auto 340-356). Claret mengetahui bahwa dirinya belum sepenuhnya menjadi pribadi yang rendah hati, karena itu, ia hendak menjadi seperti batu yang sekalipun dilemparkan ke atas akan selalu jatuh ke bawah karena daya tarik gravitasi (Auto 350). Sebab itu, Claret menyebut dirinya adalah ketiadaan yang berdosa (bdk. Auto 347). Ia menempatkan kerendahan hati sebagai poin pertama prioritas kebajikannya sebagai seorang misionaris.

Beberapa pertanyaan reflektif untuk kita adalah apakah kita sudah menjadi seorang pewarta yang rendah hati? Dalam arti, jangan-jangan, kita menggunakan nama Yesus agar pamor kita terangkat agar kita semakin dikenal banyak orang? Pewartaan kita adalah untuk melambungkan nama Yesus. Biarlah Ia makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yoh 3:30). –

(Mario F. Cole Putra, CMF)