Selasa, 14 Jan. 2020 – Pekan Biasa I – B1. 1Sam 1:9-20; BI. Mrk 1:21-28

Dalam Injil hari ini ditampilkan bagaimanaYesus mengajar penuh kuasa, beda dari ajaran para ahli Taurat. Ajaran-Nya sangat efektif, berdaya ubah dan berdaya guna. Ajaran yang penuh kuasa tersebut terungkap dalam sikap dan tindakan-Nya dalam menghadapi seorang yang memiliki roh yang tidak baik atau lebih popular disebut sebagai yang kerasukan roh jahat. Roh Kudus yang ada dalam diri Yesus berhadapan dengan roh jahat yang merasuki diri seorang Yahudi dalam rumah ibadat. Roh Yesus lebih berkuasa daripada roh jahat yang ada dalam diri orang tersebut. Karena itu, yang tidak kuat biasanya kalah dan menjauh.

Wibawa mengajar Yesus tidak sama dengan wibawa para ahli Taurat. Para ahli Taurat hanya tahu mengajar hukum dan aturan. Sementara wewenang mengajar Yesus tidak berbentuk hukum atau aturan teoritis, tetapi Diri-Nya sendiri adalah kehadiran Roh yang bertindak untuk melenyapkan semua yang tidak berdaya guna dan berdaya ubah. Wibawa dan kekuasaan-Nya tidak terletak hanya pada kata-kata yang indah dan teratur, tetapi terletak pada daya ubah (transformasi) pada diri mereka yang berhadapan dengan-Nya. Kehadiran-Nya mengubah siapa saja yang tidak sesuai dengan Roh yang dihadirkan-Nya. (P. Valens Agino, cmf)