LOLOTOE – TIMOR LESTE. Pada perayaan ulang tahun Kongregasi Claretian ke 172 dan peringatan Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (16/07/2021) kedua saudara kita, Fr. Helio Castro Alves, CMF dan Fr. Aloysius Etwino Ganti,CMF telah menerima rahmat tahbisan Diakonat melalui penumpangan tangan Yang Mulia, Dom Norberto do Amaral uskup Keuskupan Maliana di Gereja Paroki Nossa Senhora de Fatima de Lolotoe.

Keseluruhan perayaan penuh syukur dan sukacita ini diawali dengan perarakan dan penyerahan kedua frater calon diakon oleh keluarga kepada Gereja. Kedua frater yang mengenakan pakaian adat Timor diarak oleh keluarga menuju pintu masuk Gereja dan selanjutnya keduanya dipresentasikan ke tangan Bapa Uskup Norberto. Pakaian adat yang dikenakan kemudian dilepas-diganti dengan Alba yang sudah diberkati bapa uskup. Acara ini menunjukkan kepada seluruh umat bahwa keluarga kedua frater dengan rela hati mempersembahkan putra-putra mereka kepada Allah; kepada Gereja-Nya untuk melaksanakan tugas-tugas yang akan dipercayakan Gereja Kudus kepada mereka. Setelah acara simbolis itu perayaan Missa tahbisan Diakonat dilaksanakan dengan khidmat dan meriah. Perayaan ini dihadiri oleh umat Paroki Lolotoe, keluarga dan undangan lainnya. Beberapa imam keuskupan Maliana dan para Claretian, serta biarawan-biarawati dari beberapa kongregasi juga turut hadir memberikan dukungan kepada kedua jubilaris.

Dalam khotbahnya, Bapa Uskup memberi pesan kepada umat seluruhnya untuk selalu menyadari panggilan dan tanggung jawab sebagai orang Kristiani yakni hidup sebagai satu keluarga Allah dan menjadi pewarta, mengajar dan menerangi dunia dengan terang nilai-nilai Injili. Dan secara khusus kepada kedua calon diakon beliau berpesan untuk menjaga komitmen yang hari ini dipersembahkan kepada Allah di hadapan Gereja-Nya. “Jawaban “YA” yang sekarang dikumandangkan berlaku sekali untuk selamanya; sim para siempre, demikan tegas Uskup Norberto.

Syukur kepada Allah atas anugerah yang kepada kedua saudara kita Dkn. Helio CMF dan Dkn. Etwin, CMF. Semoga jawaban “YA” yang mereka haturkan pada Tuhan dapat menjadi seperti jawaban “YA” Bunda Maria yang bersedia menjawab undangan Tuhan untuk berkolaborasi dalam karya penyelamatan Allah. (Dkn. A. Etwino Ganti, cmf)